Selasa, 01 Desember 2015

aku menghargai Tuhanmu seperti Tuhanku tanpa ada perbedaan



Aku Menghargi Tuhanmu Seperti Tuhanku Tanpa Ada Perbedaan


Aku mengharga Tuhan mu seperti Tuhan ku sendiri tanpa ada perbedaan . saya bersekolah di yayasan katolik sudah masuk tahun ke 7. Saya selalu mengikuti kegiatan yang ada di sekolah saya misalny misa pembukaan ajaran tahun pelajaran yang baru, misa pembukaan AYE, dan masih banyak lagi.
Saya mengikuti itu semua tanpa memikirkan atau kepikiran Oh... itu agama dia bukan agama saya. Atau masa bodoh lah untuk apa di hayati toh ini bukan keyakinan ku. Jika ada yang ngomong seperti itu sungguh-sungguh orang yang benar-benar mati perasaanya . orang yang tidak mau membangun persaudaraan dengan orang lain.
Saya selalu mengikuti misa itu dengan baik, memperhatikan Romo yang berbicara. karena menurut saya Tuhan itu di sama tanpa ad perbedaan . kita mengikuti semua itu dengan baik aja kita sudah menghormati Tuhan. Mendengarkan Romo berbicara kita sudah mendapat hal-hal yang baru , pemikiran kita lebih luas.
Dari acara misa yang paling saya suka adalah salam perdamaian . dalam salam itu secara tidak langsung kita sudah membangun perdamaian persaudaraan . teman-teman saya menyalami saya tanpa memandang saya berbeda agama dengan saya satu persatu teman saya menyalami saya senang rasanya.
Jujur pertama kali saya masuk ke gereja itu rasanya aneh kayanya asing bagi saya tapi setelah ke dua kali atau seterusnya saya sudah merasa biasa dan mengikuti dengan baik. Guru-guru nya juga memperlaku kami tanpa ada bedanya . pernah saya bersama teman saya yang satu keyakinan sama saya duduk di belakang karena kami pikir biarkan mereka duduk di depan agar mereka mudah komuni. Tetapi guru saya berkata duduk di depan kita sama tanpa ada perbedaan kecuali komuni kalian jangan ikut. Komuni hanya untuk yang beragama katolik dan yang sudah di baptis.
Banyak pengalaman yang saya dapatkan melalui misa misa di gereja. Apa lagi udah masuk tahun ke7 doa-doanya saja berberapa sudah diluar kepala misalny Doa Bapa kami, Salam Maria, Doa Tobat. Saya sudah hafal. Bukan karena di hafal ya tetapi karena selama ini saya mendengar dan terus mendengar sampai hafal. Bahkan waktu ujian praktek mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik saja saya di suruh doa salam maria. Senang rasanya saya bisa mengetahui tentang agama lain tambah pengetahuan dan masih banyak lagi.
Intinya saya menghargai semua agama yang ada tanpa memandang rendah agama lain karena bagi saya Tuhan itu sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar