Sabtu, 26 Desember 2015

kakak Perempuan dan Anak Nurhaka



Kakak Perempuan & Anak Nurhaka


Kebaikan bisa kita lakukan di mana saja, kapan saja,  kepada siapa saja, dan tanpa terduga .

Disini saya akan bercerita sedikit tentang mbah yang mengambil daun pisang, mbah ini mengambil daun pisang bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk adiknya juga dan adiknya ini agak sedikit setres karena dulu mbah laki-laki ini adalah orang yang kaya dan mbak laki-laki dan istrinya sudah menunaikan ibadah haji dan setelah menunaikan ibadah haji mbah laki-laki membagikan harta mereka kepada ke 5 orang anak mereka dan setelah di bagikan harta mereka kepada anak-anak mereka . 


anak-anak mereka mencar masing-masing mencari kehidupan sendiri dan satu pun tidak ada yang perduli kepada orang tua mereka dan kelima anak mereka sekarang telah menjadi orang kaya dengan modal usaha yang dikasikan oleh orang tua mereka betapa nurhaka mereka sebagai anak padahal mereka tinggalnya tidak jauh dari rumah orang tua mereka dan mereka bisa menutup mata melihat orang tua mereka yang hidup menderita bahkan ibu nya sekarang sudah tidak mampu bangun. Dulu ibunya adalah penjual daun singkong dan pisang keliling tetapi sekarang istrinya sudah tidak mampu bangun dan ibu dan ayah mereka sekarang hanya bisa menunggu bibi mereka yang membantu. Beruntung  mbah laki-laki memiliki saudara perempuan yang bisa membantu mereka mencari sedikit uang untuk makan sehari-hari.


Saya kasian melihat mbah laki-laki dan mbah perempuan kerja seperti itu karena mereka sudah tua untuk berkerja bahkan untuk jalan saja mereka sudah susah apa lagi mereka harus berkerja mengambil daun pisang. Daun pisang itu tidak ringan karena saya menaikan itu kesepeda saja terasa berat apa lagi biasanya mbah perempuan membawa nya sendiri dengan menaikan ke atas bokong .


Sedih melihat mereka tetapi kami tidak bisa melakukan banyak hal. Kami hanya bisa berdoa untuk mereka agar Tuhan membukakan mata anak-anak mereka dan keponakan mbah perempuan agar mereka sadar bahwa mereka masih memiliki orang tua yang harus mereka jaga dan mereka jawab  bukan hanya kehidupan masing-masing yang harus mereka jawab dan mereka jaga tanpa orang tua apa jadinya hidup mereka bahkan tanpa orang tua yang merawat dan menjaga kita , kita tidak akan ada di dunia ini dan hingga sekarang. Jadi jagalah orang tua kita selagi mereka masih ada dan jangan menyesal ketika mareka sudah tidak ada di samping kita karena mereka tidak selamanya akan hidup di dunia. karena penyesalan selalu datangnya di akhir bukan di awal.  Dan berbaktilah kepada orang tua kita karena kita telah melakukan banyak dosa kepada orang tua kita agar dosa kita sedikit demi sedikit akan di hapus oleh Tuhan dan orang tua kita akan mengampuni kita lagi sebagai anak mereka .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar