keyakian Terhadap Iman
Keyakinan yang didasari dengan kebijaksanaan
merupakan kunci utama yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Sang Buddha telah
mengajarkan agar para siswanya tidak langsung percaya pada apa yang telah
didengar, apa yang telah dilihat, apa yang menjadi tradisi dan apa yang telah tertulis dalam suatu kitab
suci sebelum mempraktekkannya secara langsung dan memperoleh manfaatnya.
Banyak orang yang mempunyai keyakinan di dunia ini
namun banyak juga diantaranya yang belum terlebih dahulu membuktikan kebenaran
keyakinannya dan belum mengetahui keyakinannya memang keyakinan yang sudah dibuktikan atau hanya kepercayaan semata saja.
Seseorang
sulit menentukan keyakinan yang tepat untuk mengarahkan hidupnya dalam mencapai
kebahagian karena masih terpaku dengan
keyakinan yang berasal dari tradisi dan keyakinan yang memiliki pengikut dengan
jumlah mayoritas dalam suau lingkungan. Dengan begitu seseorang dapat
dikatakan mempunyai keyakian tetapi
tanpa kebijaksanaan.
Pengertian dan pandangan benar dapat
mengarahkan pola pikir seseorang menjadi
bijaksana dalam menentukan keyakinan yang tepat. Keyakinan yang rasional akan
membawa seseorang merasakan kedamaian, kebahagian dan ketenangan tanpa
mempunyai rasa takut, cemas dan khawatir akan pihak dari luar.
Sebagai umat Buddha perlu penerapan
dan pengamalan Buddha Dhamma karena merupakan perwujudan dari keyakinan yang
bijaksana. Melaksanakan Dhamma merupakan
wujud semangat siswa Buddha dalam meyakini Triratna (Buddha, Dhamma, Sangh)cara membangun persaudaraan sejati
Kerukunan dan toleransi antar umat beragama merupakan konsekwensi serta kebutuhan hakikat dari kemanusiaan yang universal, yang tidak dapat ditolak dan wajib diusahakan oleh setiap insan beragama karena manusia pada hakekatnya adalah makhluk hidup yang :- individual dan serentak komunal yang hidup bersama, mengelompokkan diri atas dasar tertentu, saling membutuhkan, saling berelasi, saling mempengaruhi;
- yang memiliki kesamaan martabat, nilai-nilai kemanusiaan, dan hak asasi, eksistensi atau keberadaan, permasalahan dan kebutuhan, ideologi dan cita-cita
- dan serentak memiliki kekhasan yang membedakan individu yang satu dengan yang lain maupun kelompok yang satu dengan kelompok yang lain;
- yang memiliki kebebasan batiniah (kehendak) dan lahiriah (tindakan), namun serentak dapat pula mempengaruhi dan dipengaruhi;
- yang memiliki kecenderungan “egositis” maupun “altroistis”, baik secara individual maupun komunal;
- yang mempunyai akal budi, hati nurani dan keutamaan untuk memikirkan dan mengetahui, menilai dan memutuskan, serta bertindak atau berbuat;
Masyarakat yang tidak beragama berada pada peringkat ketiga dengan jumlah persentase 16 persen dari keseluruhan penduduk dunia. Yang menarik adalah setengah dari kelompok ini percaya kepada Tuhan namun tidak mengikuti agama tertentu. Agama Yahudi yang jumlah pemeluknya memiliki persentase 0,22 % dari jumlah penduduk dunia berada pada peringkat terakhir dalam daftar agama-agama resmi dunia.

Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.
BalasHapusNama : Novita
NIM : 15.0498
cukup bagus artikelnya tolong kata berimannya lebih luas lagi
BalasHapusNice articles, lanjutkan Nov!
BalasHapusBagus artikel nya... Keep posting
BalasHapusmenurut kamu iman itu apa sih ??
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusartikelnya menarik dan bermanfaat. kembangkan yaa
BalasHapusKk irena@ menurut ku iman it suatu keyakinan yg hrus di miliki setiap orang kk.
BalasHapusMakasih informasinya...saya jadi mendapatkan pengalaman
BalasHapusArtikelnya sudah cukup baik tolong dikembangkan lagi
BalasHapusiman tanpa perbuatan sama aja tidak ada gunanya, semoga artikelnya bermanfaat yaa...
BalasHapusArtikelnya sudah cukup baik tolong dikembangkan lagi
BalasHapusArtikelnya sangat menarik dan bermanfaat, ditunggu artikel berikutnya
BalasHapus