Menurut saya Tuhan
ku adil tanpa memberatkan umatnya atau penganutnya .Tuhan ku selalu memberikan
jalan pada saat umatnya kesusahan atau yang sedang berada dalam masalah . dan
Tuhan ku selalu menunjukan jalan keluarnya. Tuhan ku adalah pelita ku dalam
kegelapan .
Kenapa kita kalau
berdoa tangan selalu mengarah keatas? Karena kita tahu bahwa tuhan kita berada
diatas dan Tuhan kita sulit untuk di
jangkau oleh makhluknya.
Agama
mengajarKan kita tentang Tuhan tapi tidak secara langsung memberikan kita
tuntunan kepada-Nya. Akal akan menemukan kebuntuan bila berhadapan dengan yang
namanya Tuhan karena akal memiliki keterbatasan. Akal hanya bisa mengolah
informasi yang diterima dari Panca Indera, padahal Tuhan adalah diluar
jangkauan panca indera.
Kita sering kali melupakan pertanyaan “Bagaimana cara kita
berjumpa dengan Tuhan?” karena kita lebih tertarik memperdebatkan “Apakah Tuhan
bisa dilihat?” atau tentang “Bisakah Tuhan dilihat di dunia ini?. Kedua
pertanyaan terakhir memberikan gambaran kepada kita tentang seseorang yang
bingung dan putus atas belum bisa keluar dari keterbatasannya. dimana
pertanyaan saya sebenarnya bukan untuk menemukan jawaban akan tetapi justru
untuk mendukung argumen saya bahwa Tuhan memang tidak bisa dilihat sama sekali.
Sebenarnya kalau kita dengan teliti mempelajari agama, Tuhan dengan sangat
jelas memberikan kepada kita penjelasan bahwa Tuhan itu amat nyata namun kita
belum bisa dengan benar menangkap pelajaran itu.
Dan menurut saya Tuhanku Tuhanmu Tuhan kita itu sama Cuma
cara berdoa dan cara pemahannya saja yang berbeda. Dan menyebut Tuhannya saja
yang berbeda atau panggilannya saja yang berbeda. Dan cara pandangnya saja yang
berbeda Tuhanku tidak bisa dilihat, menurut agama Katolik Tuhan mereka bisa di
lihat yaitu di lambangkan dengan Tuhan/Allah yesus. Sedangkan agama islam juga
tidak bisa di lihat . hanya disitu
permasalahan yang kita hadapi dalam Tuhanku Tuhanmu Tuhan kita. Selain itu
tujan kita bersama adalah sama.
Tuhanku Tuhanmu Tuhan kita mengajarkan tentang kalau kita
harus melakuan kebaikan , membantu orang
yang membutuhkan pertolongan kita dan tanpa harus memandang hal-hal lain.
Pertolongan atau kebaikan yang kita lakukan harus benar-benar keluar dari hati
kita.
Berikut contoh kebaikan yang kami lakukan. Jujur kami
melakukan awalnya untuk mendapat nilai yang baik, tetapi setelah sampai di
tempat kebaikan kami tidak lagi memikirkan nilai tetapi kami memikirkan
bagaimana kami melakukan kebaikan dengan baik, membuat orang yang kita bantu
senang, dan kami memikirkan bagaimana tempat yang kami bersihkan harus
benar-benar bersih dan membuat orang itu tersenyum karena senang.
Disini saya mulai mengerti tentang saling menghargai satu
sama lain tanpa memandang keyakinan atau agama yang dianut satu sama lain .
Disini kami memasuki kelenteng tempat beribadah orang tiong
hua dan saya yang beragama budha dan teman-teman saya yang beagama katolik
masuk kesitu tanpa memandang itu tempat beribadah agama apa atau orang apa
karena kami melakukan dengan tulus tanpa memandang apa pun.
Walaupun sebelumnya kami tidak di terima di tempat
sebelumnya tetapi kami tidak patah semangat untuk tetap melakukan kebaikan dengan
tidak ada rasa putus asa . bagi kami yang lalu biar lah berlalu .kami senang
karena di kelenteng ini kami di sambut dengan baik dan ramah.
Dan mereka meberikan senyum dan mengucupakan terimakashi
disini kami merasakan senang karena tetanga kami masih di hargai .
à
kebaikan kedua di jalan kampung kali
alanan kami di sambut sangat baik dan ibu itu awalnya
menolak karena takut kami kecapekan , tapi kami menolak baik kami tetap memaksa
untuk membantu ibu itu dan akhirnya dia menizinkan kami membantu dia .
. Disini kami mendapat banyak pengalaman kami medapat banyak
cerita disini .
Disini ibu itu bercerita banyak hal. Tentang anak-anaknya
yang masih bersekolah dan masih banyak lagi.
Disini kami mengerti tentang kesulitan untuk mencari
pekerjaan dalam persaingan yang ketat . Senang bisa membantu ibu ini walaupun
Cuma sebentar tapi sebentar itu yang bisa membuat kami saling kenal dan berbagi
cerita.
Kami melalukan ini tanpa ada rasa malu walaupun orang-orang
melihat kami. Kami tetap fokus kepada tujuan kami bersama . tanpa memperdulikan
mereka yang melihat kami.
è Kebaikan
yang ketiga di lampu merah
Disini kami mendapat pengalaman baru lagi yaitu melihat anak
yang di bawah umur sedang berjualan koran .
Disini kami memandang kenapa bisa /kok bisa? Anak di yang
masih kecil berjualan koran di jalan yang sangat ramai? Pikiran kami sangat
bercabang . bagaimana kalau di serempet? Sekolahnya bagaimana? Orang tuanya
kemana? Seperti itulah pikiran kami pada saat itu.
Yang kami lihat dipikiran anak itu hanya satu yaitu koranya
di beli dan habis. Tanpa memikirkan nyawa mereka lagi,
Pada saat ini kami kesulitan berbicara pada anak-anak ini
karena mereka tidak mengerti bahasa indonesia. mereka hanya mengerti bahasa
jawa sedangkan kami tidak mengerti dan kami terus berbicara sampi mereka
mengerti dan akhirnya mereka mengerti tetapi tidak berbicara tetapi hanya
menganggutkan kepala kami menganggap bahwa anak-anak itu mengerti maksud kami.
Disini saya berpikir
dia yang sekecil itu bisa berjuang sedangkan saya yang sudah dewasa seperti ini
kok masih bergantung kepada orang tua saya. Dan saya berterimakasih kepada
Tuhan dan orang tua saya karena saya memiliki hidup yang baik dan tanpa
kekurangan dalam arti saya masih bisa hidup,makan,bersekolah hingga sekarang.
Anak – anak ini bisa di jadikan contoh untuk kehidupan
mendatang atau masa depan bahwa hidup itu butuh berjuang tidak hanya terima
jadinya saja dalam arti tidak selamanya kita bergantung kepada orang tua atau
orang lain . kita juga harus berjuang untuk diri kita sendiri .










Tidak ada komentar:
Posting Komentar