Sabtu, 14 November 2015

TuhanKu TuhanMu Tuhan Kita

Tuhanku Tuhanmu dan Tuhan kita  
Menurut saya Tuhan ku adil tanpa memberatkan umatnya atau penganutnya .Tuhan ku selalu memberikan jalan pada saat umatnya kesusahan atau yang sedang berada dalam masalah . dan Tuhan ku selalu menunjukan jalan keluarnya. Tuhan ku adalah pelita ku dalam kegelapan .
Kenapa kita kalau berdoa tangan selalu mengarah keatas? Karena kita tahu bahwa tuhan kita berada diatas dan Tuhan kita  sulit untuk di jangkau oleh makhluknya.
Agama mengajarKan  kita tentang Tuhan  tapi tidak secara langsung memberikan kita tuntunan kepada-Nya. Akal akan menemukan kebuntuan bila berhadapan dengan yang namanya Tuhan karena akal memiliki keterbatasan. Akal hanya bisa mengolah informasi yang diterima dari Panca Indera, padahal Tuhan adalah diluar jangkauan panca indera.
Kita sering kali melupakan pertanyaan “Bagaimana cara kita berjumpa dengan Tuhan?” karena kita lebih tertarik memperdebatkan “Apakah Tuhan bisa dilihat?” atau tentang “Bisakah Tuhan dilihat di dunia ini?. Kedua pertanyaan terakhir memberikan gambaran kepada kita tentang seseorang yang bingung dan putus atas belum bisa keluar dari keterbatasannya. dimana pertanyaan saya sebenarnya bukan untuk menemukan jawaban akan tetapi justru untuk mendukung argumen saya bahwa Tuhan memang tidak bisa dilihat sama sekali. Sebenarnya kalau kita dengan teliti mempelajari agama, Tuhan dengan sangat jelas memberikan kepada kita penjelasan bahwa Tuhan itu amat nyata namun kita belum bisa dengan benar menangkap pelajaran itu.
Dan menurut saya Tuhanku Tuhanmu Tuhan kita itu sama Cuma cara berdoa dan cara pemahannya saja yang berbeda. Dan menyebut Tuhannya saja yang berbeda atau panggilannya saja yang berbeda. Dan cara pandangnya saja yang berbeda Tuhanku tidak bisa dilihat, menurut agama Katolik Tuhan mereka bisa di lihat yaitu di lambangkan dengan Tuhan/Allah yesus. Sedangkan agama islam juga tidak  bisa di lihat . hanya disitu permasalahan yang kita hadapi dalam Tuhanku Tuhanmu Tuhan kita. Selain itu tujan kita bersama adalah sama.
Tuhanku Tuhanmu Tuhan kita mengajarkan tentang kalau kita harus melakuan kebaikan ,  membantu orang yang membutuhkan pertolongan kita dan tanpa harus memandang hal-hal lain. Pertolongan atau kebaikan yang kita lakukan harus benar-benar keluar dari hati kita.
Berikut contoh kebaikan yang kami lakukan. Jujur kami melakukan awalnya untuk mendapat nilai yang baik, tetapi setelah sampai di tempat kebaikan kami tidak lagi memikirkan nilai tetapi kami memikirkan bagaimana kami melakukan kebaikan dengan baik, membuat orang yang kita bantu senang, dan kami memikirkan bagaimana tempat yang kami bersihkan harus benar-benar bersih dan membuat orang itu tersenyum karena senang.





è Sebagai contoh kami melakukan kebaikan di kelenteng kebon dalem

Disini saya mulai mengerti tentang saling menghargai satu sama lain tanpa memandang keyakinan atau agama yang dianut satu sama lain .
Disini kami memasuki kelenteng tempat beribadah orang tiong hua dan saya yang beragama budha dan teman-teman saya yang beagama katolik masuk kesitu tanpa memandang itu tempat beribadah agama apa atau orang apa karena kami melakukan dengan tulus tanpa memandang apa pun.


Walaupun sebelumnya kami tidak di terima di tempat sebelumnya tetapi kami tidak patah semangat untuk tetap melakukan kebaikan dengan tidak ada rasa putus asa . bagi kami yang lalu biar lah berlalu .kami senang karena di kelenteng ini kami di sambut dengan baik dan ramah.
Dan mereka meberikan senyum dan mengucupakan terimakashi disini kami merasakan senang karena tetanga kami masih di hargai .



à kebaikan kedua di jalan kampung kali


alanan kami di sambut sangat baik dan ibu itu awalnya menolak karena takut kami kecapekan , tapi kami menolak baik kami tetap memaksa untuk membantu ibu itu dan akhirnya dia menizinkan kami membantu dia .


. Disini kami mendapat banyak pengalaman kami medapat banyak cerita disini .
Disini ibu itu bercerita banyak hal. Tentang anak-anaknya yang masih bersekolah dan masih banyak lagi.

Disini kami mengerti tentang kesulitan untuk mencari pekerjaan dalam persaingan yang ketat . Senang bisa membantu ibu ini walaupun Cuma sebentar tapi sebentar itu yang bisa membuat kami saling kenal dan berbagi cerita.

Kami melalukan ini tanpa ada rasa malu walaupun orang-orang melihat kami. Kami tetap fokus kepada tujuan kami bersama . tanpa memperdulikan mereka yang melihat kami.


è Kebaikan yang ketiga  di lampu merah

Disini kami mendapat pengalaman baru lagi yaitu melihat anak yang di bawah umur sedang berjualan koran .
Disini kami memandang kenapa bisa /kok bisa? Anak di yang masih kecil berjualan koran di jalan yang sangat ramai? Pikiran kami sangat bercabang . bagaimana kalau di serempet? Sekolahnya bagaimana? Orang tuanya kemana? Seperti itulah pikiran kami pada saat itu.


Yang kami lihat dipikiran anak itu hanya satu yaitu koranya di beli dan habis. Tanpa memikirkan nyawa mereka lagi,
Pada saat ini kami kesulitan berbicara pada anak-anak ini karena mereka tidak mengerti bahasa indonesia. mereka hanya mengerti bahasa jawa sedangkan kami tidak mengerti dan kami terus berbicara sampi mereka mengerti dan akhirnya mereka mengerti tetapi tidak berbicara tetapi hanya menganggutkan kepala kami menganggap bahwa anak-anak itu mengerti maksud kami.
 Disini saya berpikir dia yang sekecil itu bisa berjuang sedangkan saya yang sudah dewasa seperti ini kok masih bergantung kepada orang tua saya. Dan saya berterimakasih kepada Tuhan dan orang tua saya karena saya memiliki hidup yang baik dan tanpa kekurangan dalam arti saya masih bisa hidup,makan,bersekolah hingga sekarang.
Anak – anak ini bisa di jadikan contoh untuk kehidupan mendatang atau masa depan bahwa hidup itu butuh berjuang tidak hanya terima jadinya saja dalam arti tidak selamanya kita bergantung kepada orang tua atau orang lain . kita juga harus berjuang untuk diri kita sendiri .

Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W. 

Nama  : Novita

NIM     : 15.0498


 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar